Alfan Fazan Jr.: Makalah - Oretan tentang pendidikan di Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Sistem Pendidikan Nasional 0

Sistem Pendidikan Nasional


Sistem pendidikan nasional merupakan satu keseluruhan terpadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang saling berkaitan untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional.[1] Pendidikan nasional itu sendiri merupakan pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia yang berdasarkan pada pancasila dan UUD 1945 untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan agar dapat berperan aktif dan positif dalam hidupnya pada masa sekarang ataupun yang akan datang.

Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.[2]

Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.[3]Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang terdapat di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pelaksanaan pendidikan nasional berlandaskan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. selengkapnya download disini Makalah Sistem Pendidikan Nasional
Rasionalisme Filsafat dan Tokoh-tokohnya 0

Rasionalisme Filsafat dan Tokoh-tokohnya

Download Makalah Rasionalisme Filsafat dan Tokoh-tokohnya - Rasionalisme Filsafat, Tokoh-tokoh Rasionalisme, Corak Berfikirnya Para Tokoh Rasionalisme - Pengertian Rasionalisme, Rasionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa sumber pengetahuan satu – satunya yang benar adalah rasio ( akal budi ), dengan demikian rasionalisme adalah paham filsafat yang mengatakan bahwa akal ( resen ) adalah alat yang terpenting dalam memperoleh pengetahuan dan mengetes pengetahuan. Jika empirisme mengatakan bahwa pengetahuan di peroleh dengan mengalami atau melalui objek emperis ( penelitian/ilmiah ), maka rasionalisme di sini mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan di peroleh dengan cara berpikir dengan kaidah – kaidah yang logis ( logika ).Di mana jauh sebelumnya manusia sudah berusaha untuk memberi kemandirian pada akal sebagai mana yang telah di rintis oleh para pemikir renaisans sampai di abad 17 dan pada abad tersebut di mulainya era pemikiran – pemikiran tentang filsafat dalam artian yang sebenarnya. Seiring dengan perkembangan zaman manusia mulai menaruh kepercayaan yang besar terhadap kemampuam akal, bahkan di yakini bahwa dengan kemampuan akal semua persoalan dapat di jelaskan dan semua permasalahan dapat di pahami dan di pecahkan termasuk seluruh permasalahan tentang kemanusiaan di samping itu keyakinan yang berlebihan terhadap kemampuan akal dapat membawa kita ke dalam perang dengan mereka yang malas menggunakan akal ( logika ).

Dengan kekuasaan atau kemampuan akal tersebut manusia menginginkan suatu kehidupan ( dunia ) baru yang di kendalikan oleh akal sehat manusia. Kepercayaan akan akal sehat sangat jelas dalam bidang filsafat, yaitu dalam bentuk suatu keiginan untuk menyusun secara apriori suatu sisitem keputusan akal pada tingkat yang tinggi dan luas. Dalam hal ini bisa di pahamai bahwa dalam filsafat aliran yang mengedapankan akal adalah aliran Rasionalisme. selengkapnya download disini Makalah Rasionalisme Filsafat dan Tokoh-tokohnya
Penjelasan Singkat Hukum Taklifi dan Wadh'i 0

Penjelasan Singkat Hukum Taklifi dan Wadh'i

Download Makalah Penjelasan Singkat Hukum Taklifi dan Wadh'i - Latar Belakang, Hukum merupakan kalam Allah yang menyangkut perbuatan orang dewasa dan berakal sehat, baik bersifat imperatif, fakultatif, atau menempatkan sesuatu sebagai sebab syarat, dan penghalang. Yang di maksud dengan perbuatan mukalaf adalah perbuatan yang di lakukan oleh manusia dewasa yang berakal sehat meliputi perbuatan hati seperti niat dan lain-lain. Imperatif (Iqtidha) adalah tuntutan untuk melakukan sesuatu yakni memerintah atau melarang, sedangkan fakultatif (tahyir) adalah kebolehan memilih antara melakukan atau meninggalkan .

Pengertian Hukum, Menurut ahli Ushul fiqih, hukum adalah kitab Allah yang mengenai segala pekerjaan mukalaf baik titah itu mengandung tuntutan, suruhan, larangan, ataupun semata-mata menerangkan kebolehan atau menjadikan sesuatu sebab, syarat, dan penghalang terhadap suatu hukum.[1]Ahli Ushul mendefinisikan hukum adalah kitab Allah yang menyangkut tindak tanduk mukalaf dalam bentuk tuntutan, pilihan berbuat atau tidak atau dalam bentuk ketentuan-ketentuan. Ahli fiqh mendefinisikan hukum adalah sifat yang merupakan pengaruh atau akibat yang timbul dari titah Allah terhadap orang mukalaf.[2], selengkapnya download disini Makalah Penjelasan Singkat Hukum Taklifi dan Wadh'i
Proposal Penelitian Pengaruh Pelayanan Customer Service Terhadap Kepuasan Nasabah (Konsumen) di Bank Muamalat 0

Proposal Penelitian Pengaruh Pelayanan Customer Service Terhadap Kepuasan Nasabah (Konsumen) di Bank Muamalat

Download Proposal Penelitian Pengaruh Pelayanan Customer Service Terhadap Kepuasan Nasabah (Konsumen) di Bank Muamalat - Proposal Penelitian Program Studi Ekonomi Syari'ah, Pengaruh Pelayanan Customer Service Terhadap Kepuasan Nasabah (Konsumen) di Bank Muamalat

Pengertian Pelayanan Customer Service, Menurut kamus besar bahasa Indonesia, pelayanan berasal dari kata “layan” yang artinya membantu menyiapkan (mengurus) apa-apa yang diperlukan seseorang. Jadi, kata “pelayanan adalah 1. Perihal atau cara melayani, 2. Usaha melayani kebutuhan orang lain dengan memperoleh imbalan, 3. Kemudahan yang diberikan sehubungan dengan jual beli barang atau jasa[1].

Dari pengertian diatas, pengertian pelayanan Customer Service secara operasional adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh Custamer Service untuk melayani atau memberi kepuasan terhadap nasabah melingkupi penjelasan yang mudah dimengerti tentang produk bank, antusias dalam menerima keluhan nasabah dan senantiasa tersenyum terhadap nasabah.

Pengertian Kepuasan Nasabah (Konsumen), Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kepuasan berasal dari kata “puas” yang artinya merasa senang. Adapun arti kepuasan adalah perihal yang bersifat puas, kesenangan dan kelegaan[2]

Dalam literatur lain disebutkan bahwa kepuasan Nasabah (konsumen) adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja yang di rasakan dengan harapannya[3].

Dari pemaparan diatas, definisi operasional dari kepuasan adalah rasa senang atau puas yang dimiliki oleh nasabah setelah keinginannya tercapai. Kepuasan tersebut melingkupi; rasa senang nasabah (konsumen) terhadap pelayanan customer service, rasa lega karena segala keluhannya dapat di tangani dengan baik. selengkapnya Download disini Proposal Penelitian Pengaruh Pelayanan Customer Service Terhadap Kepuasan Nasabah (Konsumen) di Bank Muamalat
Mendesain Pembelajaran Agar Lebih Menarik 0

Mendesain Pembelajaran Agar Lebih Menarik

Download Makalah Mendesain Pembelajaran Agar Lebih Menarik - R.M. Guion dalam spencer and spencer mendefinisikan kemampuan atau kompetensi sebagai karakteristik yang menonjol bagi seseorang dan mengidikasikan cara-cara berperilaku atau berpikir dalam segala situasi, dan berlangsung terus dalam periode waktu lama. Dari pendapat tersebut dapat dipahami bahwa kemampuan merujuk pada kinerja seseorang dalam suatu pekerjaan yang bisa dilihat dari pikiran, sikap, dan perilakunya. Lebih lanjut spencer and spencer membagi lima karakteristik kompetensi sebagai berikut.

Motif, Motif adalah suatu yang orang pikirkan dan inginkan yang menyebabkan sesuatu. Contoh, orang yang termotifasi dengan prestasi akan mengatasi segala hambatan untuk mencapai tujuan, dan tanggung jawab melaksanakannya.
Sifat, Sifat adalah ksrakteristik fisik tanggapan konsisten terhadap situasi atau informasi. Contoh, penglihatan yang baik adalah kompetensi sifat fisik seorang pilot.
Konsep diri, Konsep diri adalah sikap, nilai, dan image diri seseorang. Contoh, kepercayaan diri atau keyakinan seseorang agar dia menjadi efektif dalam semua situasi adalah bagian dari konsep diri.
Pengetahuan, Pengetahuan adalah informasi yang seseorang miliki dalam bidang tertentu.
Keterampilan, Keterampilan adalah kemampuan untuk melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan fisik dan mental.

Mereka juga mengkategorikan komptensi ke dalam dua bagian, yaitu; threshold competences dan differentiating competence. Threshold competencesadalah karakteristik esensial (biasanya pengetahuan atau keterampilan dasar, seperti kemampuan membaca) yang seseorang butuhkan untuk menjadi efektif dalam suatu pekerjaan, tetapi bukan untuk membedakan pelaku superior dari yang rata-rata. Contoh, pengetahuan pedagang tentang produk atau kemampuan mengisi faktur. Differentiating competencemembedakan pelaku yang superior dari yang biasanya. Contoh orientasi prestasi yang diekspresikan dalam tujuan seseorang adalah lebih tinggi dari yang dikehendaki oleh organisasi.

Perbedaan pokok antara profesi guru dengan profesi lainnya adalah terletak pada tugas dan tanggung jawabnya. Tugas dan tanggung jawab tersebut erat kaitanya dengan kemampuan yang disyaratkan untuk memangku profesitersebut. Kemampuan dasar tersebut tidak lain adalah kompetensi guru. selengkapnya download disini Makalah Mendesain Pembelajaran Agar Lebih Menarik
Masalah Pemerataan Pendidikan di Indonesia 0

Masalah Pemerataan Pendidikan di Indonesia

Download Makalah Masalah Pemerataan Pendidikan di Indonesia - Masalah Pemerataan Pendidikan, Dalam melakasanakan fungsinya sebagai wahana untuk memajukan bangsa dan kebudayaan nasional, pendidikan nasional diharapkan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh warga negara Indonesia untuk memperoleh pendidikan. Masalah pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga negara untuk memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pembangunan sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan. Masalah pemerataan pendidikan timbul apabila masih banyak warga negara khususnya anak usia sekolah yang tidak dapat ditampung di dalam sistem pendidikan atau lembaga pendidikan karena minimnya fasilitas yang tersedia.

Masalah Mutu Pendidikan, Mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil pendidikan belum mencapai taraf seperti yang diharapkan. Penetapan mutu hasil pendidikan pertama dilakukan oleh lembaga penghasil produsen tenaga terhadap calon luaran, dengan sistem sertifikasi. Selanjutnya, jika outputtersebut ”terjun” ke lapangan kerja, penilaian dilakukan oleh lembaga pemakai sebagai konsumen tenaga dengan sistem tes unjuk kerja. Umumnya, dilakukan diklat (pendidikan dan latihan) atau pemagangan bagi calon untuk penyesuaian dengan tuntutan persyaratan kerja di lapangan. Dengan kata lain mutu pendidikan dilihat dari kualitas keluarannya.

Kuantitas yang baik belum tentu memiliki kualitas yang baik, sebaliknya kualitas yang baik tentu memiliki kuantitas yang baik pula. Kualitas sangat sulit untuk di ukur, tetapi dampak dari kualitas itu sendiri dapat dirasakan.

Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan manusia yang bermutu pula. Hal ini tentu saja dapat tercapai jika setiap individu memiliki kriteria-kriteria yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional Indonesia seperti yang ada dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional.

Masalah Efisiensi Pendidikan, Masalah efisiensi pendidikan mempersoalkan bagaimana suatu sistem pendidikan mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan. Jika penggunaannya hemat dan tepat sasaran dikatakan efisiensinya tinggi. Jika terjadi sebaliknya, maka efisiensinya dikatakan rendah. Beberapa masalah efisensi pendidikan yang penting ialah: selengkapnya download disini Makalah Masalah Pemerataan Pendidikan di Indonesia
Konsep Sarana dan Prasarana Pendidikan 0

Konsep Sarana dan Prasarana Pendidikan

Download Makalah Konsep Sarana dan Prasarana Pendidikan - Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (UU SISDIKNAS No.20 Th.2003) tentang peningkatan mutu merupakan salah satu pilar pembangunan pendidikan di Indonesia.

Banyak sekolah yang berlomba melengkapi dan memodernisasi fasilitas belajar-mengajar. Bahkan dengan sarana yang memanfaatkan teknologi canggih, seperti kelas dengan perlengkapan multimedia, sarana olahraga yang sedang popular, laboratorium computer dan bahasa, absensi elektronik, laboratorium IPA dan Fisika, hingga amphitheatre, dan lain-lain. Bahkan mulai menjamur sekolah dengan sistem “boarding school”dengan berbagai konsep, seperti nuansa agama, internasional, dan sebagainya.

Dengan dimilikinya fasilitas ”physical” tersebut sekolah berharap akan terbentuk citra sebagai sekolah modern dan terdepan. Pada kenyataannya masyarakat pun akan menganggapnya demikian, namun dalam bahasa yang lebih sederhana ‘semakin mewah gedung dan fasilitasnya, berarti semakin mahal biayanya’, semakin mewah mobil yang mengantar anak ke sekolah dan selalu membuat kemacetan, kian dikenal eksklusif sekolahnya. Selengkapnya Download disini Makalah Konsep Sarana dan Prasarana Pendidikan
Kewirausahaan Menurut Istilah Islam 0

Kewirausahaan Menurut Istilah Islam

Download Makalah Kewirausahaan Menurut Istilah Islam - Definisi Kewirausahaan, Sikap atau Prilaku Mandiri yang mampu memadukan unsur Cipta rasa karsa dan karya Atau pribadi yang mampu menggabungkan unsur, idealis, Kreatifit as, inovatif, suka tantangan, kerja keras, dan kepuasan mencapai prestasi maksimal.

Dr. Suparman Sumahawijaya DOSEN UNPAD menyatakan bahwa kewirausahaan itu agak mirip dengan istilah saudagar. Istilah interpreneurship / Kewiswastaan berasal dari bahasa sangsekerta yaitu ; Wira, Swa, Sta : Wira ; Manusia Unggul, Teladan, berbudi luhur, berjiwa besar, berani pahlawan, atau keagungan watak. Swa: berdiri, sta; sendiri. Dan bahasa ini biasa disebut juga saudagar; yang artinya ; sau; seribu da gar; akal

Menurut Zimerer, 1996 wirausaahan:
  • Sekolompok manusia yang luar biasa luar biasa dalam masyarakat
  • Mereka adalah sebuah kesatuan sumber dari kreatif, ide dan inovatif
  • Mereka adalah sebuah sumber yang sangat berharga untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi
  • Wirausahawan adalah sebuah action oriented
  • Wirausahawan adalah bukan orang-oarang pemalu, tetapi mereka adalah orang-orang yang memiliki mimpi yang sangat besar
  • Mimpi besar mereka adalah modal besar untuk mencapai visi dan misi mereka.
  • Dari uraian diatas Winardi (2003;27) dapat mengidentifikasi ciri-ciri seorang wiraus ahawan yang sukses diantaranya adalah :
  • Kepercayaan pada diri sendiri (Self Konfiden)
  • Penuh Energi dan bekerja dengan cermat (Diligence)
  • Kemampuan untuk menerima resiko yang diperhitungkan, selengkapnya download disini Makalah Kewirausahaan Menurut Istilah Islam
Aktualisasi Pancasila Paradigma Kehidupan Bermasyarakat 0

Aktualisasi Pancasila Paradigma Kehidupan Bermasyarakat

Download Makalah Aktualisasi Pancasila Paradigma Kehidupan Bermasyarakat - Pengertian pancasila sebagai dasar negara di peroleh dari alinea ke-4 UUD 1945dan sebagaimana tertuang dalam memorandum DPR-GR 9 Juni 1966 yang mendasarkan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang telah dimurnikan dan dipadatkan oleh PPKI atas nama rakyat Indonesia menjadi dasar negara RI. Ketetapan MPR No. IX / MPR/1978 yang menegaskan kedudukan pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum atau tertib hukum di Indonesia.

Inilah sifat dasar pancasila yang pertama dan utama, yakni sebagai dasar negara RI. pAancasila yang terkandung dalam alinea ke-4 pembukaan UUD 1945 tersebut di tetapkan sebagai dasar nagara pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI yang dapat dianggap sebagai penjelmaan kehendak seluruh rakyat Indonesia yang merdeka.

Dengan syarat utama sebuah bangsa menurut Ernest Renan:kehendak untuk bersatu dan memmahami pancasila dari sejarahnya dapat diketahui bahwa pancasila merupakan sebuah kompromi dan konsensus nasional karena memuat nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh semua golongan dan lapisan masyarakat Indonesia. Namun pada kenyataannya pancasila sebagai dasar ideologi negara menjadi teraabaikan dan kurang bermakna dalam kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara. Selengkapnya download disini Makalah Aktualisasi Pancasila Paradigma Kehidupan Bermasyarakat
Konsep Administrasi Pendidikan 0

Konsep Administrasi Pendidikan

Download Makalah Konsep Administrasi Pendidikan - Secara konseptual, administrasi pendidikan terdiri dari dua kata yang masing-masing punya pengertian tersendiri, yaitu administrasi dan pendidikan. hal ini menunjukkan bahwa administrasi pendidikan adalah penerapan ilmu administrasi dalam dunia pembinaan, pengembangan dan pengendalian usaha dan praktek-praktek pendidikan. Oleh karena itu, sebelum menguraikan apakah administrasi pendidikan itu, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apakah yang dimaksud dengan administrasi.

Kata administrasi menurut Daryanto ( 2011 : 1 ) berasal dari bahasa latin “ad” dan “ministro”. Ad mempunyai arti “kepada” dan ministro berarti “melayani”. Secara bebas dapat diartikan bahwa administrasi merupakan pelayanan dan pengabdian terhadap subjek tertentu.
Selanjutnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang pengertian administrasi, berikut beberapa pengertian administrasi menurut para ahli :
  • Daryanto ( 2011 : 7 ) : adalah aktivitas-aktivitas untuk mencapai suatu tujuan, atau proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
  • Trisna ( dalam Daryanto, 2011 : 7) : adalah keseluruhan proses penyelenggaraan dalam usaha kerja sama dua orang atau lebih dengan secara rasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara efisien.
  • Ngalim Purwanto ( 2010 : 1 ) : adalah suatu kegiatan atau usaha untuk membantu , melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapai suatu tujuan.
  • Syaiful Sagala ( 2009 : 26 ) : adalah rangkaian kegiatan bersama sekelompok manusia seacara sistematis untuk menjalankan roda suatu usaha atau misi organisasi agar dapat terlaksana, suatu usaha dengan suatu tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Selengkapnya download disini Makalah Konsep Administrasi Pendidikan
Kepemimpinan Dalam Dunia Pendidikan 0

Kepemimpinan Dalam Dunia Pendidikan

Dalam kehidupan sehari – hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan lainnya.

Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa diantaranya :

Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.

Menurut Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.

Menurut Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.

Menurut Lao Tzu, Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan orang lain, sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu.

Menurut Davis and Filley, Pemimpin adalah seseorang yang menduduki suatu posisi manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin.

Sedangakn menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah :
  • Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang – orang yang dipimpinnya.
  • Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya.
  • Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang – orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab. Selengkapnya download disini Makalah Kepemimpinan Dalam Dunia Pendidikan
Maqamat Dalam Tasawwuf Menurut Imam Al-Ghazali 0

Maqamat Dalam Tasawwuf Menurut Imam Al-Ghazali

Pengertian Maqamat dalam Tasawwuf, Secara harfiah, maqamat merupakan jamak dari kata maqam yang berarti tempat berpijak atau pangkat mulia. Dalam Bahasa Inggris maqamat dikenal dengan istilah stagesyang berarti tangga.

Sedangkan dalam ilmu Tasawuf, maqamat berarti kedudukan hamba dalam pandangan Allah berdasarkan apa yang telah diusahakan, baik melalui riyadhah, ibadah, maupun mujahadah. Di samping itu, maqamat berarti jalan panjang atau fase-fase yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk berada sedekat mungkin dengan Allah. Maqam dilalui seorang hamba melalui usaha yang sungguh-sungguh dalam melakukan sejumlah kewajiban yang harus ditempuh dalam jangka waktu tertentu. Seorang hamba tidak akan mencapai maqam berikutnya sebelum menyempurnakan maqam sebelumnya.

Pengertian Maqamat Menurut Imam Al-Ghazali, Imam Al-Ghozali berkata “Maqam adalah beragam mu’amalat (interaksi) dan mujahaddah (perjuangan batin) yang dilakukan seorang hamba di sepanjang waktunya. Menurut Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumudin membuat sistematika maqamat dengan taubat - sabar - faqir - zuhud - tawakal - mahabah - ma'rifat dan ridha, selengkapnya Download disini Makalah Maqamat Dalam Tasawwuf Menurut Imam Al-Ghazali
Peranan Akuntan Intern Terhadap Pengendalian Perusahaan 0

Peranan Akuntan Intern Terhadap Pengendalian Perusahaan

Profesi akuntan adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pendidik.

Akuntan peritah adalah lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh akuntan sebagai akuntan publik yang lazimnya terdiri dari pekerjaan audit, akuntansi, pajak dan konsultan manajemen.
Adapun ciri-ciri profesi adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki bidang ilmu yang ditekuninya yaitu yang merupakan pedoman dalam melaksanakan keprofesiannya.
  2. Memiliki kode etik sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku anggotanya dalam profesi itu.
  3. Berhimpun dalam suatu organisasi resmi yang diakui oleh masyarakat/pemerintah.
  4. Keahliannya dibutuhkan oleh masyarakat.
  5. Bekerja bukan dengan motif komersil tetapi didasarkan kepada fungsinya sebagai kepercayaan masyarakat.
Persyaratan ini semua harus dimiliki oleh profesi Akuntan sehingga berhak disebut sebagai salah satu profesi.

Akuntan Intern (Internal Accountant)

Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi.Akuntan intern ini disebut juga akuntan perusahaan atau akuntan manajemen.Jabatan tersebut yang dapat diduduki mulai dari Staf biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi atau Direktur Keuangan.Tugas mereka adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan kepada pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan masalah perpajakan dan pemeriksaan intern.

Pengertian Struktur Pengendalian Akuntan Intern

Struktur pengendalian intern sebagai suatu tipe pengawasan diperlukan karena adanya keharusan untuk mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab dalam suatu organisasi. Seorang manajer/pemilik perusahaan yang merasa tidak memiliki cukup waktu dan kemampuan untuk mengelola sendiri semua kegiatan perusahaannya, akan mendelegasikan wewenang dan tanggung jawabnya kepada orang lain. Tetapi bersamaan dengan atau segera setelah pemilik perusahaan mendelegasikan wewenang dan tanggung jawabnya, pada saat itu pula dirasakan suatu kebutuhan untuk senantiasa mengawasi pelaksanaan kegiatan dan hasil-hasil yang dicapai oleh para fungsionaris tersebut.

Menurut Standar Profesional Akuntan Publik pengendalian intern sebagai suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan berikut ini :
  1. keandalan pelaporan keuangan
  2. efektivitas dan efisiensi operasi
  3. kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Tujuan dan Kendala Struktur Pengendalian Intern
  1. Menjaga kekayaan dan catatan organisasi.
  2. Mengecek ketrelitian dan catatan organisasi.
  3. Mendorong efisiensi.
  4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
Menurut tujuannya pengendalian intern dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu :
  1. pengendalian akuntansi (internal accounting control)
  2. pengendalian administrasi (internal administrative control).

Pemakai Informasi Akuntansi Pihak Intern

Pemakai pihak intern (internal users) adalah manejer atau pimpina, yaitu orang yang bertanggung jawab terhadap kegiatan perusahaan. Pimpinan perusahaan memelukan informasi akuntansi sebagai dasar untuk membuat perencanakan, menentukan kebijakan untuk masa yang akan datang, mengadakan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan perusahaan yang di kelolanya, dan untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai.

Pemeriksaan intern (audit intern)

Aktivitas audit intern adalah memeriksa dan menilai efektivitas dan kecukupan dari sistem pengendalian internal yang ada dalam organisasi, tanpa fungsi audit intern dewan direksi dan atau pimpinan unit tidak dapat memiliki sumber informasi internal yang bebas mengenai kinerja organisasi.

Audit intern pada dasarnya bertujuan utnuk memberikan bantuan kepada manajemen dan dewan direksi dalam melaksanakan tanggung jawab secara efektif mencakup pula usaha mengembangkan pengendalian yang efektif dengan biaya wajar.

Tujuan audit intern adalah :
  1. Meneliti dan menilai apakah pelaksanaan daripada pengendalian intern di bidang akuntansi dan operasi cukup dan memenuhi syarat.
  2. Menilai apakah kebijakan, rencana dan prosedur yang telah ditentukan betul-betul ditaati.
  3. Menilai apakah aktiva perusahaan aman dari kehilangan atau kerusakan dan penyelewengan.
  4. Menilai kecermatan data akuntansi dan data lain dalam organisasi perusahaan.
  5. Menilai mutu atau pelaksanaan daripada tugas-tugas yang diberikan kepada masing-masing manajemen.
Adapun fungsi Internal Auditing secara menyeluruh mengenai pelaksanaankerja Internal Auditing dalam mencapai tujuannya adalah:
  1. Membahas dan menilai kebaikan dan ketepatan pelaksanaan pengendalian akuntansi, keuangan serta operasi.
  2. Meyakinkan apakah pelaksanaan sesuai dengan kebijaksanaan, rencana dan prosedur yang ditetapkan.
  3. Menyakinkan apakah kekayaan perusahaan/organisasi dipertanggungjawabkan dengan baik dan dijaga dengan aman terhadap segala kemungkinan resiko kerugian.
  4. Menyakinkan tingkat kepercayaan akuntansi dan cara lainnya yang dikembangkan dalam organisasi.
  5. Menilai kwalitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang telah dibebankan.

Peran akuntansi dalam evaluasi dan pengendalian Manajemen perusahaan

Informasi Akuntansi memiliki arti penting bagi manajemen untuk pengambilan keputusan,evaluasi dan jugapengendalian manajemen dalam sebuah perusahaan. Walaupun demikian, sistem informasi akuntansi yang berlaku di Indonesia sekarang masih didominasi oleh konsep-konsep akuntansi keuangan yang lebih diarahkan untuk menyajikan informasi pertanggungjawaban keuangan oleh manajemen kepada pihak luar perusahaan.Dengan demikian, sistem informasi akuntansi manajemen belum berperan dalam menyediakan informasi keuangan bagi manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan alokasi berbagai sumber daya dalam perusahaan.

Dalam SIA dan efektivitas struktur pengevaluasian intern terdapat suatu hubungan yang timbal balik dimana struktur pengevaluasian intern tidak mungkin berjalan tanpa adanya sarana atau alat untuk menjalankannya, yaitu sistem informasi akuntansi.Sedangkan SIA dikatakan memuaskan apabila didalamnya terdapat efektivitas pengendalian intern.

Keberhasilan suatu sistem informasi akuntansi ditentukan oleh kualitas informasinya.Untuk itu perlu adanya sistem yang baik untuk menghasilkan informasi yang biasa digunakan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan.Dan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk pengoperasian sistem tersebut diharapkan mempunyai nilai manfaat bagi perusahaan.

Sementara itu ada juga yang disebut dengan akuntansi manajemen.Akuntansi manajemen adalah metode akuntansi internal yang digunakan oleh manajer perusahaan dalam rangka membantu menginformasikan keputusan terkait dengan bisnis yang mereka kelola serta membantu mengendalikan kinerja perusahaan.Akuntansi manajemen digunakan dalam internal perusahaan dan bersifat rahasia, tidak seperti akuntansi keuangan yang digunakan untuk kepentingan eksternal.

Untuk kedepannya, akuntansi manajemen digunakan untuk menetapkan profit perusahaan yang dapat ditingkatkan berdasarkan data yang dihasilkan.Dibandingkan dengan pemenuhan standar akuntansi, seperti GAAP (Generally Accepted Accounting Principles), akuntansi manajemen menggunakan pengendalian internal yang ekstensif dan kompleks serta sistem informasi manajemen yang terkomputerisasi secara pragmatis.

Pengambilan keputusan yang tepat bagi perusahaan mengharuskan manajernya untuk menggunakan informasi internal yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Pertanggung-jawaban dalam manajeman sangatlah penting, dan karena penekannya pada penggunaan sumber perusahaan untuk meningkatkan kinerja perusahaan serta menghemat dana, akuntansi manajemen menciptakan sebuah sistem yang bisa diandalkan manajernya.

Akuntansi manajemen adalah pengukuran, analisa, identifikasi, akumulasi, interpretasi, persiapan, dan komunikasi informasi yang digunakan oleh manajer untuk mengendalikan, merencanakan, dan mengevaluasi penggunaan sumber perusahaan.Akuntansi manajemen juga memperisapkan laporan keuangan eksternal.
Akuntansi manajemen mencakup 3 area penting:
  1. kinerja manajemen
  2. manajemen stratejik
  3. manajemen resiko
Akuntansi manajemen bertanggung jawab atas pengukuran, identifikasi, laporan, dan resiko manajemen sebagai faktor kontribusi paling penting dalam kerangka perusahaan.Manajemen stratejik bagi akuntan manajemen membantu mereka untuk memajukan peran mereka sebagai partner strategi dalam perusahaan.Manajemen kinerja bagi akuntan manajemen membutuhkan latihan pengambilan keputusan dalam bisnis dan kemampuan mengelola kinerja perusahaan.Area ini memiliki penekanan khusus dengan AICPA (American Institute of Certified Public Accountants) sebagai bagian penting dari tanggung jawab akuntan manajemen.

Akuntan manajemen menerapkan ketrampilan dan pengetahuan dokumentasi finansial mereka untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan manajer dalam membuat keputusan terkait dengan kinerja perusahaan dimasa datang.Mereka sangat diperlukan oleh kemampuan manajer untuk menciptakan kebijakan serta mengendalikan dan merencanakan strategi yang diperlukan untuk meningkatkan profit perusahaan.Akuntansi manajemen menciptakan nilai dalam perusahaan diluar produksi dan pandangan mereka membantu perusahaan untuk berkembang kedalam mesin yang berfungsi dan terkelola dengan baik.Aspek historis dari biaya dan perekaman tidak begitu penting dalam akuntansi manajemen ketika melihat kedepan, karena jenis data tersebut tidak membantu menentukan profit perusahaan dimasa datang.
Peran utama akuntansi manajemen sektor publik adalah menyediakan informasi akuntansi yang akan digunakan oleh manajer sektor publik dalam melakukan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi. Informasi akuntansi diberikan sebagai alat atau sarana untuk membantu manajer menjalankan fungsi-fungsi manajemen sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

Akuntansi manajemen merupakan bagian dari suatu sistem pengendalian manajemen yang integral. Institute of Management Accountants mendefinisikan akuntansi manajemen sebagai suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pengakumulasian, penganalisaan, penyiapan, pengintepretasian, dan pengkomunikasian informasi finansial yang digunakan oleh manajemen perencanaan, evaluasi, dan pengendalian organisasi serta untuk menjamin bahwa sumber daya digunakan secara tepat dan akuntabel.
Statements on Management Accounting 1A tentang definisi akuntansi manajemen, dipaparkan sebagai berikut:
The Process of identification, measurement, accumulation, analysis, preparation, interpretation, and communication of financial information used by management to plan, evaluate, and control within an organization and to assure appropriate use of and accountability for its resources.
Chartered Institute of Management Accountants (1994) dalam Jones dan Pandlebury (1996) membuat definisi yang lebih luas daripada definisi yang dikeluarkan oleh Institute of Management Accountants, terutama dalam hal luas informasi yang diberikan. Chartered Institute of Management Accountants mendefinisikan akuntansi manajemen sebagai suatu bagian integral dari manajemen yang terkait dengan pengidentifikasian, penyajian, dan pengintepretasian informasi yang digunakan untuk:
  1. Perumusan Strategi
  2. Perencanaan dan pengendalian aktivitas
  3. Pengambilan keputusan
  4. Pengoptimalan penggunaan sumber daya
  5. Pengungkapan (disclosure) kepada shareholders dan pihak luar organisasi
  6. Pengungkapan kepada karyawan
  7. Perlindungan asset
Pada dasarnya prinsip akuntansi manajemen sektor publik tidak banyak berbeda dengan prinsip akuntansi manajemen yang diterapkan pada sektor swasta.Akan tetapi, harus diingat bahwa sektor publik memiliki perbedaan sifat dan karakterisitik dengan sektor swasta, sehingga penerapan teknik akuntansi manajemen sektor swasta tidak dapat diadopsi secara langsung tanpa modifikasi.

Peran utama akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik adalah memberikan informasi akuntansi yang relevan dan handal kepada manajer untuk melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi.Dalam organisasi sektor publik, perencanaan dimulai sejak dilakukannya perencanaan stratejik, sedangkan pengendalian dilakukan terhadap pengendalian tugas (task control).

Peran akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik meliputi:

Perencanaan Stratejik
Pada tahap perencanaan stratejik, manajemen organisasi membuat alternatif-alternatif program yang dapat mendukung strategi organisasi.Peran akuntansi manajemen adalah memberikan informasi untuk menentukan berapa biaya program (cost of program) dan beberapa biaya suatu aktivitas (cost of activity), sehingga berdasarkan informasi akuntansi tersebut manajer dapat menentukan berapa anggaran yang dibutuhkan dikaitkan dengan sumber daya yang dimiliki.

Akuntansi manajemen pada sektor publik dihadapkan pada tiga permasalahan utama yaitu efisiensi biaya, kualitas produk, dan pelayanan (cost, quality and services).Untuk dapat menghasilkan kualitas pelayanan publik yang tinggi dengan biaya yang murah, pemerintah harus mengadopsi sistem informasi akuntansi manajemen yang modern.Namun tetap, terdapat sedikit perbedaan antara sektor swasta dengan sektor publik dalam hal penentuan biaya produk/pelayanan (product costing). Hal tersebut disebabkan sebagian besar biaya pada sektor swasta cenderung merupakan engineered cost yang memiliki hubungan secara langsung dengan output yang dihasilkan, sementara biaya pada sektor publik sebagian besar merupakan discretionary cost yang ditetapkan di awal periode anggaran dan sering tidak memiliki hubungan langsung antara aktivitas yang dilakukan dengan output yang dihasilkan. Kebanyakan output yang dihasilkan di sektor publik merupakan intangible output yang sulit diukur.

Pemberian informasi biaya
Biaya (cost) dalam akuntansi sektor publik dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu:
  1. Biaya Input :Biaya input adalah sumber daya yang dikorbankan untuk memberikan pelayanan. Biaya input bisa berupa biaya tenaga kerja dan biaya bahan baku.
  2. Biaya output: Biaya output adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengantarkan produk hingga sampai ke tangan pelanggan. Pada organisasi sektor publik output diukur dengan berbagai cara tergantung pada pelayanan yang dihasilkan.
  3. Biaya proses: Biaya proses dapat dipisahkan berdasarkan fungsi organisasi. Biaya diukur dengan mempertimbangkan fungsi organisasi.
Penilaian investasi
Penilaian investasi di sektor publik pada dasarnya lebih rumit dibandingkan dengan di sektor swasta.Teknik-teknik penilaian investasi yang digunakan di sektor swasta didesain untuk organisasi yang berorientasi pada laba.Sementara organisasi publik merupakan organisasi yang tidak berorientasi pada laba, sehingga terkadang teknik-teknik tersebut tidak dapat diterapkan untuk sektor publik. Di samping itu sulit untuk mengukur output yang dihasilkan, sehingga untuk menentukan keuntungan di masa depan dalam ukuran finansial (expected return) tidak dapat (sulit) dilakukan.

Penilaian investasi dalam organisasi publik dilakukan dengan menggunakan analisis biaya-manfaat (cost-benefit analysis).Dalam praktiknya, terdapat kesulitan dalam menentukan biaya dan manfaat dari suatu investasi yang dilakukan. Hal tersebut karena biaya dan manfaat yang harus dianalisis tidak hanya dilihat dari sisi finansialnya saja akan tetapi harus mencakup biaya sosial (social cost) dan manfaat sosial (social benefits) yang akan diperoleh dari investasi yang diajukan. Menentukan biaya sosial dan manfaat sosial dalam satuan moneter sangat sulit dilakukan.Oleh karena itu, penilaian investasi dengan menggunakan analisis biaya-manfaat di sektor publik sulit dilaksanakan.Untuk memudahkan, dapat digunakan analisis efektifitas biaya (cost-effectiveness analysis).

Penganggaran
Akuntansi manajemen berperan untuk memfasilitasi terciptanya anggaran publik yang efektif. Terkait dengan tiga fungsi anggaran, yaitu sebagai alat alokasi sumber daya publik, alat distribusi, dan stabilisasi, maka akuntansi manajemen merupakan alat yang vital untuk proses mengalokasikan dan mendistribusikan sumber dana publik secara ekonomis, efisien, efektif, adil dan merata.

Penentuan biaya pelayanan (cost of services) dan penentuan tarif pelayanan (charging for services)
Akuntansi manajemen digunakan untuk menentukan berapa biaya yang dikeluarkan untuk memberikan pelayanan tertentu dan berapa tarif yang akan dibebankan kepada pemakai jasa pelayanan publik, termasuk menghitung subsidi yang diberikan. Tuntutan agar pemerintah meningkatkan mutu pelayanan dan keluhan masyarakat akan besarnya biaya pelayanan merupakan suatu indikasi perlunya perbaikan sistem akuntansi manajemen di sektor publik. Masyarakat menghendaki pemerintah memberikan pelayanan yang cepat, berkualitas, dan murah.Pemerintah yang berorientasi pada pelayanan publik harus merespon keluhan, tuntutan dan keinginan masyarakat tersebut agar kualitas hidup masyarakat menjadi semakin baik dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Penilaian kinerja
Penilaian kinerja merupakan bagian dari sitem pengendalian.Penilaian kinerja dilakukan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.Dalam tahap penilaian kinerja, akuntansi manajemen berperan dalam pembuatan indikator kinerja kunci (key performance indicator) dan satuan ukur untuk masing-masing aktivitas yang dilakukan.
Proses akuntansi manajemen dapat dikembangkan dengan berbagai metode, antara lain:
  1. Flatening struktur manajemen merupakan proses penyederhanaan struktur.
  2. Menggunakan cross fungsional team merupakan proses saling isi menurut keahlian dan kekuatan antara tim yang terlibat.
  3. Menyampaikan informasi secara cepat dan tepat merupakan teknik penyaringan informasi yang relevan.
  4. Pendelegasian kuasa kepada tenaga kerja merupakan teknik pengembangan kekuatan tim melalui pemberian kepercayaan.

Peran dan Tujuan Akuntansi Manajemen Sektor Publik

Peran fundamental akuntansi manajemen di organisasi sektor publik adalah membantu manajer/pimpinan dengan informasi akuntansi yang dibutuhkan agar fungsi perencanaan dan pengendalian dapat dilakukan. Secara rinci, tujuan umum tersebut dapat diturunkan menjadi:
  1. Membantu manajemen memformulasi kebijakan organisasi.
  2. Membantu manajemen dalam proses perencanaan organisasi.
  3. Membantu manajemen dalam mengendalikan operasi/kegiatan organisasi.

Peran Akuntansi Pertanggungjawaban dalam Pengendalian Manajemen

Di dalam suatu organisasi bisnis pada level middle-up akan sangat tidak mungkin sebagai manajer puncak untuk mengendalikan seluruh kegiatan operasi organisasinya secara perorangan. Untuk itu diperlukan perangkat dan sistem yang dapat menjamin dan meyakinkan manajer puncak bahwa anggota-anggota organisasinya dalam melaksanakan wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan keinginan manajer puncak yang disebut desentralisasi.

Suatu organisasi yang terdesentralisasi adalah organisasi yang pembuatan keputusannya tidak diserahkan kepada beberapa eksekutif-eksekutif puncak, tetapi disebarkan di seluruh organisasi dengan manajer pada berbagai tingkat untuk membuat berbagai keputusan-keputusan penting yang berhubungan dengan lingkup tanggung jawab mereka.Desentralisasi adalah masalah tingkatan, karena seluruh organisasi didesentralisasi sampai pada lingkup tertentu sejauh diperlukan.Suatu organisasi yang terdesentralisasi secara kuat adalah organisasi yang memberikan kebebasan pada manajer dengan tingkat-tingkat yang lebih rendah atau karyawan untuk membuat keputusan.

Dengan mendesentralisasi keputusan-keputusan operasi, manajemen pusat bebas berperan dan harus berfokus dalam upaya perumusan perencanaan dan pengambilan keputusan strategis.Kelangsungan operasi jangka panjang dari organisasi harus lebih penting bagi manajemen pusat daripada operasi sehari-hari.Oleh karena itu, pengambilan keputusan dan perencanaan untuk operasi sehari-hari dapat diserahkan pada manajer di tingkat-tingkat yang lebih rendah.

Dengan menggunakan akuntansi pertanggungjawaban dimana struktur organisasi dibentuk menjadi beberapa pusat pertanggungjawaban maka seorang manajer puncak tidak perlu untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan operasi organisasi karena manajer puncak telah mendelagasikan sebagian wewenangnya kepada para manajer pusat pertanggungjawaban untuk melaksakan tindakan-tindakan yang diperlukan dalam menjalankan kegiatan operasi organisasi.Melalui informasi-informasi yang dihasilkan oleh akuntansi pertanggungjawaban inilah manajer puncak dapat mengendalikan kegiatan operasi organisasinya maupun memberikan tindakan-tindakan korektif atas pelaksanaan kegiatan operasi yang menyimpang dari aturan atas standar yang telah di tetapkan.

Anggaran yang telah disusun oleh para manajer lini / produk merupakan suatu bentuk komitmen mengenai seberapa besar tanggung jawab dan wewenangnya atas pemakaian dan pengolahan sejumlah sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh organisasi yang dibebankan kepadanya. Sedangkan laporan realisasi anggaran akan menunjukkan sejauh mana prestasi manajer lini / produk tersebut dalam melaksanakan komitmennya seperti yang telah dituangkan dalam anggaran unit organisasi.

Setelah laporan realisasi anggaran disusun oleh masing-masing unit organisasi (pusat pertanggungjawaban), maka evaluasi dan analisis laporan realisasi anggaran menjadi tugas manajemen puncak.Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi antara anggaran dengan laporan realisasi anggaran harus di analisis sedemikian rupa sehingga tindakan-tindakan korektif dapat dilakukan secara efektif.Informasi berupa hasil analisis inilah yang kemudian dapat menunjukkan keefisienan dan keefektifan penerapan akuntansi pertanggungjawaban dalam pengendalian manajemen.

Oleh karena itulah, pemisahan yang jelas antara wewenang dengan tanggung jawab (desentralisasi) sangatlah diperlukan dalam system akuntansi pertanggungjawaban.Pembentukan wewenang dan tanggung jawab secara normal dapat timbul sebagai konsekuensi alami dari fungsi manajemen.

Secara umum, peran akuntansi dalam evaluasi dan pengendalian manajemen perusahaan adalah :
  1. Memberikan manajer-manajer dalam tingkat yang lebih rendah mendapatkan pengalaman pokok dalam mengambil keputusan.
  2. Manajemen puncak dibebaskan dari pemecahan persoalan hari ke hari yang banyak dan memiliki peluang untuk berkonsentrasi pada strategi, pada pembuatan keputusan yang tingkatnya lebih tinggi dan pada kegiatan-kegiatan koordinasi.
  3. Menambah tanggung jawab dan kewenangan pembuatan keputusan yang sering kali mengakibatkan kepuasan pekerjaan meningkat.
  4. Manajer-manajer di tingkat yang lebih rendah secara umum memiliki informasi yang lebih rinci dan diperbaharui tentang kondisi-kondisi dalam bidang tanggung jawab mereka sendiri daripada manajer-manajer puncak.
  5. Sulit untuk mengevaluasi prestasi seorang manajer jika manajer tidak diberi banyak kebebasan.
Kesimpulan :

Berdasarkan uraian diatas, bahwa Sistem Informasi Akuntansi Manajemen sangat berperan dalam membantu manajemen untuk pengambilan keputusan, baik keputusan strategis maupun keputusan taktis serta pengendalian dan juga mengevaluasi kinerja suatu perusahaan. Laporan dari bagian akuntansi dalam perusahaan dapat membantu manajer mengambil keputusan dengan lebih bijak dan terarah, setelah keputusan diambil biasanya bagian akuntansi akan menilai apakah keputusan itu efektif dan efisien.

Sistem pengendalian manajemen dalam suatu organisasi merupakan struktur dan proses sistematis yang terorganisir yang dapat digunakan oleh manajemen untuk memastikan bahwa kegiatan operasi organisasi sesuai dengan strategi dan kebijakan organisasi. Oleh sebab itu manajemen membutuhkan alat bantu untuk menghasilkan informasi proses kegiatan organisasi. Dan salah satu cara yang tepat bagi manajemen puncak yaitu dengan menerapkan system akuntansi pertanggungjawaban dan menggunakan system desentralisasi yaitu pendelegasian otoritas dan tanggung jawab kepada individu yang berada pada posisi terbaik atas situasi dan kondisi tertentu sebagai pengambil keputusan.
Penanganan Limbah dengan Bioremediasi 0

Penanganan Limbah dengan Bioremediasi

 

Limbah ?

Limbah adalah bahan sisa pada suatu kegiatan dan/atau proses produksi, termasuk di sini limbah B3. Limbah dapat dibedakan berdasarkan nilai ekonomisnya dapat digolongkan dalam 2 golongan yaitu :
  • Limbah yang memiliki nilai ekonomis limbah yang dengan proses lebih lanjut/diolah dapat memberikan nilai tambah. Contohnya : limbah dari pabrik gula yaitu tetes, dapat dipakai sebagai bahan baku pabrik alkohol, ampas tebunya dapat dijadikan bubur pulp dan dipakai untuk pabrik kertas. Limbah pabrik tahu masih banyak mengandung protein dapat dimanfaatkan sebagai media untuk pertumbuhan mikroba misalnya untuk produksi Protein Sel Tunggal/PST atau untuk alga, misalnya Chlorella sp.
  • Limbah non ekonomis limbah yang tidak akan memberikan nilai tambah walaupun sudah diolah, pengolahan limbah ini sifatnya untuk mempermudah sistem pembuangan. Contohnya:limbah pabrik tekstil yang biasanya terutama berupa zat-zat pewarna
Berdasarkan sifatnya limbah dapat dibedakan menjadi :
  • Limbah padat adalah hasil buangan industri yang berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari sisa kegiatan dan atau proses pengolahan. Contohnya : limbah dari pabrik tapioka yang berupa onggok, limbah dari pabrik gula berupa bagase, limbah dari pabrik pengalengan jamur, limbah dari industri pengolahan unggas, dan lain-lain. Limbah padat dibagi 2, yaitu :
a. dapat didegradasi, contohnya sampah bahan organik, onggok.
b. tidak dapat didegradasi contoh plastik, kaca, tekstil, potongan logam.
  • Limbah Cair adalah sisa dari proses usaha dan/atau kegiatan yang berwujud cair. Contohnya antara lain : Limbah dari pabrik tahu dan tempe yang banyak mengandung protein, limbah dari industri pengolahan susu.
  • Limbah gas/asap adalah sisa dari proses usaha dan/atau kegiatan yang berwujud gas/asap. Contohnya : limbah dari pabrik semen Proses 

Pengolahan Limbah ?

Pengolahan limbah dapat dilakukan dengan cara :

Proses Pengolahan Secara Aerobik

Prinsip pengolahan secara aerobik adalah menguraikan secara sempurna senyawa organik yang berasal dari buangan di dalam periode waktu yang relatif singkat. Penguraian dilakukan terutama dilakukan oleh bakteri dan hal ini dipengaruhi oleh :
    • Jumlah sumber nutrient
    • Jumlah oksigen
    Contoh dari proses pengolahan limbah secara aerobik antara lain :
    • Lumpur aktif (Activated Sludge), Lumpur adalah materi yang tidak larut yang selalu nampak kehadirannya di dalam setiap tahap pengolahan, tersusun oleh serat-serat organik yang kaya akan selulosa dan di dalamnya terhimpun kehidupan mikroorganisme.
    • Saringan trickling (Trickling Filter)
    • Merupakan suatu bejana yang tersusun oleh lapisan materi kasar, keras dan kedap air. Kegunaannya untuk mengolah air buangan dengan mekanisme aliran air yang jatuh dan mengalir perlahan-lahan melalui lapisan batu untuk kemudian disaring. Saringan trickling memiliki 3 sistem utama yaitu:
    1. Distributor
    2. Pengolahan
    3. Pengumpul
    • Kolam oksidasi/stabilisasi (Oxidation Ponds), Kolam ini tidak memerlukan biaya yang mahal. Terdapat beberapa kolam yang utama digunakan yaitu kolam fakultatif, kolam maturasi, dan kolam anaerob. kelebihan kolam ini :
    kelebihan kolam ini
    • Beban BOD pada kadar rendah dapat menghasilkan kualitas efluen sehingga 97 %. 
    • Alga yang hidup dalam kolam mempunyai potensi sebagai sumber protein yang tinggi dan dapat digunakan untuk perikanan. Ikan dapat dibiakkan dalam kolam maturasi. 
    • Kolam pengoksidaan juga dapat digunakan untuk mengolah air sisa industri dan air yang mengandung logam berat. 
    • Pengoperasiannya mudah. Kebutuhan pengoperasiannya minimum.
    Kekurangan kolam pengoksidaan seperti berikut:
    • Kolam pengoksidaan ini untuk mengalirkan efluen dengan kepekatan suspended solis (SS) dan BOD yang tinggi
    • Pengeluaran bau yang busuk mengganggu penduduk yang tinggal di sekitar kolam ini. Hal ini terjadi jika tidak ada cahaya matahari (ketika hujan dan waktu malam). Untuk membuat kolam pengoksidaan diperlukan kawasan yang luas jika dibandingkan dengan sistem konvensional yang lain. Sehingga tidak sesuai jika dibuat di kawasan yang tanahnya mahal.
    • Pencernaan aerobic
    • Parit oksidasi (Oxidation Ditch), Dibandingkan dengan proses lumpur aktif konvensional, axidation ditch mempunyai beberapa kelebihan, yaitu efisiensi penurunan BOD dapat mencapai 85%-90% (dibandingkan 80%-85%) dan lumpur yang dihasilkan lebih sedikit. Selain efisiensi yang lebih tinggi (90%-95%).
    • Karusel
    • Perabukan Cairan, Merupakan suatu proses penanganan limbah organik yang pekat secara aerobik dimana energi yang berasal dari oksidasi limbah dilakukan oleh mikroorganisme dihasilkan pada suhu operasi yang dinaikkan. Naiknya suhu akan menyebabkan : kekentalan padatan total tertinggi menurun (di bawah kondisi aerob), meningkatkan laju reaksi oleh mikroorganisme dan membantu menghasilkan stabilitas bahan organik yang cepat dan detuksi patogen. Keberhasilan proses perabukan cairan ditentukan oleh aerob yang dapat memindahkan oksigen yang cukup untuk memnuhi kebutuhan oksigen dari campuran cairan yang pekat. Proses ini digunakan pada rabuk sapi, babi dan susu.
    • Kontraktor biologik berputar (rotating biological contractor),Analog dengan rotating trickling filter/penyaring menetes berputar. Digunakan antara lain untuk menangani limbah kota, air limbah yang berasal dari industri pengemasan daging, susu dan keju, minuman keras dan anggur, produksi babi dan unggas, pengolahan sayuran dan indutri perekat dan kertas.

    Proses Pengolahan Secara Anaerobic

    Proses pengolahan secara anaerobik terjadi disebabkan oleh adanya aktivitas mikroorganisme pada saat tidak ada oksigen bebas. Senyawa berbentuk anorganik atau organik pekat yang umumnya berasal dari industri sukar atau lambat sekali untuk diolah secara aerobik, maka pengolahan dilakukan secara anaerobik. Hasil akhir pengolahan secara anaerobik adalah CO2 dan CH4. Tahapan yang terjadi dalam
    proses anaerobik adalah :
    1. fermentasi dalam stadia asam
    2. regressi dalam stadia asam
    3. fermentasi dalam stadia basa
    Prinsip proses pengolahan secara anaerobik adalah menghilangkan atau mendegradasi bahan karbon organik dalam limbah cair atau sludge. Keuntungan proses secara anaerobik adalah tidak membutuhkan energi untuk aerasi, lumpur atau sludge yang dihasilkan sedikit, polutan yang berupa bahan organik (misalnya : polisakarida, protein dan lemak) hampir semuanya dikonversi ke bentuk gas metan (biogas) yang memiliki nilai kalor cukup tinggi. Sedangkan kelemahan proses pengolahan cara anaerobik adalah pada kemampuan pertumbuhan bakteri metan yang sangat rendah, sehingga membutuhkan waktu yang lebih panjang antara dua sampai lima hari untuk penggandaannya, sehingga diperlukan reaktor yang bervolume cukup besar.
    Proses degradasi dalam pengolahan secara anaerobik tersebut dibagi dalam beberapa tahap :
    • Hidrolisi molekul organik polimer .
    • Fermentasi gula dan asam amino.
    • B – oksidasi anaerobik asam lemak rantai panjang dan alkohol.
    • Oksidasi anaerobik produk antara seperti asam lemak (kecuali asam asetat).
    • Dekarboksilasi asam asetat menjadi metan.
    • Oksidasi hidrogen menjadi metan.
    Kecepatan degradasi biopolimer tergantung pada jumlah jenis bakteri yang ada dalam reaktor, efisiensi dalam mengubah substrat dengan kondisi-kondisi waktu tinggal substrat di dalam reaktor, kecepatan alir efluen, temperatur dan pH di dalam bioreaktor. Jika substrat yang mudah larut dominan, reaksi substrat dengan kondisi seperti waktu tinggal substrat di dalam reaktor, kecepatan alir efluen, temperatur dan pH yang terjadi di dalam bioreaktor maka reaksi kecepatan terbatas, akan cenderung membentuk metan dari asam asetat dan dari asam lemak dengan kondisi stabil atau steady state. Faktor lain yang mempengaruhi proses antara lain waktu tinggal atau lamanya substrat berada dalam suatu reaktor sebelum dikeluarkan sebagai sebagai supernatan atau digested sludge (efluen). Minimum waktu tinggal harus lebih besar dari waktu generasi metan sendiri, supaya mikroorganisme didalam reaktor tidak keluar dari reaktor atau wash out.
    Penanganan limbah secara anaerobik ada 4 jenis proses, yaitu :
    • Cara Konvensional
    • Proses Dua Tahap
    • Proses Dua Tahap dengan Daur Ulang Padatan
    • Proses Menggunakan Saringan Anaerobik (Loehr, 1977)
    • Contoh pengolahan secara aerobik antara lain : lagun anaerobik, digester dan filter anaerobik.

    Bioremediasi

    Bioremediasi merupakan suatu teknologi inovatif pengolahan limbah, yang dapat menjadi teknologi alternatif dalam menangani pencemaran yang diakibatkan oleh kegiatan pertambangan di Indonesia. Bioremediasi ini teknik penanganan limbah atau pemulihan lingkungan, dengan biaya operasi yang relatif murah, serta ramah dan aman bagi lingkungan.

    Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).

    Ada dua jenis bioremediasi, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi. Sementara bioremediasi ex-situ atau pembersihan off-side dilakukan dengan cara tanah yang tercemar digali dan dipindahkan ke dalam penampungan yang lebih terkontrol, kemudian diberi perlakuan khusus dengan menggunakan mikroba. Bioremediasi ex-situ dapat berlangsung lebih cepat, mampu me-remediasi jenis kontaminan dan jenis tanah yang lebih beragam, dan lebih mudah dikontrol dibanding dengan bioremediasi in-situ.
    Ada 4 teknik dasar yang biasa digunakan dlm bioremediasi:
    • Stimulasi aktivitas mikroorganisme asli (di lokasi tercemar) dengan penambahan nutrien, pengaturan kondisi redoks, optimasi pH, dsb.
    • Inokulasi (penanaman) mikroorganisme di lokasi tercemar, yaitu mikroorganisme yang memiliki kemampuan biotransformasi khusus.
    • Penerapan immobilized enzymes.
    • penggunaan tanaman (phytoremediation) untuk menghilangkan atau mengubah pencemar.
    Bioremediasi ex-situ meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Kelemahan bioremediasi ex-situ ini jauh lebih mahal dan rumit. Sedangkan keunggulannya antara lain proses bisa lebih cepat dan mudah untuk dikontrol, mampu meremediasi jenis kontaminan dan jenis tanah yang lebih beragam.

    Proses bioremediasi harus memperhatikan antara lain temperatur tanah, derajat keasaman tanah, kelembaban tanah, sifat dan struktur geologis lapisan tanah, lokasi sumber pencemar, ketersediaan air, nutrien (N, P, K), perbandingan C : N kurang dari 30:1, dan ketersediaan oksigen.

    Proses bioremediasi

    Contoh bioremediasi bagi lingkungan yang tercemar minyak bumi. Yang pertama dilakukan adalah mengaktifkan bakteri alami pengurai minyak bumi yang ada di dalam tanah yang mengalami pencemaran tersebut. Bakteri ini kemudian akan menguraikan limbah minyak bumi yang telah dikondisikan sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan hidup bakteri tersebut. Dalam waktu yang cukup singkat kandungan minyak akan berkurang dan akhirnya hilang, inilah yang disebut sistem bioremediasi.

    Sumber Buku MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN Karya Elizabeth Novi Kusumaningrum
    Pengertian, Fungsi, dan Tujuan Pendidikan Agama Islam 0

    Pengertian, Fungsi, dan Tujuan Pendidikan Agama Islam

    Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, ajaran agama islam, dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama Lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa. 

    Pengertian Pendidikan Agama Islam


    Menurut Zakiyah Daradjat sebagaimana dikutip Oleh Abdul Majid, Dian Andayani pendidikan agama islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh. Lalu menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan islam sebagai pandangan hidup. 

    Kalau kita melihat pada sejarah pendidikan Indonesia maupun dalam studi kependidikan, sebutan Pendidikan Agama Islam umumnya dipahami hanya sebatas sebagai ciri khas jenis pendidikan yang berlatar belakang keagamaan, sepertihalnya civil education di sekolah sering dikesankan sebagai sistem rekayasa sosial yang paling bertanggung jawab terhadap upaya mempertegas upaya multi kultural warga Negara. Pendidikan Agama Islam selama ini juga dikesankan sebagai tipe pendidikan yang bercorak dogmatis, doktriner, monolitik dan tidak berwawasan multi cultural.

    Walaupun sebenarnya Pendidikan Agama Islam memang tidak bisa dipisahkan dalam perjalanan bangsa Indonesia pada sisi sejarahnya. Karena jelas Pendidikan Agama Islam berupaya mengembangkan manusia seutuhnya, bukan hanya serpian dari potensi-potensi yang diberikan oleh Tuhan kepadanya, seperti yang berlaku pada pendidikan Sparta da Athena yang didewa-dewakan oleh orang-orang sekarang. 

    Pendidikan Agama Islam merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang ada di Indonesia, sebelum pemerintah kolonial Belanda memperkenalkan sistem sekolah pada abab ke-19. Kalau meminjam bahasanya Tilaar bahwa Pendidikan Agama Islam telah berhasil survive dalam berbagai situasi dan kondisi mengarungi masa, oleh karenanya Pendidikan Agama Islam mengandung nilai-nilai historis, nilai religius dan nilai moral. Tentunya karena Pendidikan Agama Islam berlandaskan kepada beberapa hal, yaitu : Pertama. Landasan spiritual, yang berupa nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah . Kedua, landasan filosifis yang berupa kurikulum, yang dalam pengertian luas merupakan produk ijtihad yang dapat meliputi seluruh aspek kependidikan. Ketiga, landasan operasional yang meliputi berbagai didaktik metodik, dana dan sarana serta leadership dan manajemen . Sehingga penting menjadikan Pendidikan Agama Islam sebagai salah satu pendidikan alternativ, tentunya dengan membutuhkan paradigma-paradigma baru untuk meningkatkannya, antara lain dengan peningkatan manajemen pendidikan Islam itu sendiri . 

    Undang-Undang Sistem Pendidikan Nomor 20 tahun 2003 pasal 1 disebutkan, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 

    Dari paparan diatas maka penulis bisa menarik kesimpulamn bahwa Pendidikan Islam dibedakan dengan istilah Pendidikan Agama Islam dan pendidikan Keagamaan Islam. Istilah Pendidikan Islam bermakna umum, mencakup dua istilah lainnya. Muhaimin menjelaskan bahwa istilah Pendidikan Islam mencakup tiga pengertian berikut : (a) pendidikan (menurut/berdasarkan) Islam, yakni pendidikan yang dipahami, disusun, dan dikembangkan menurut ajaran Islam. Jadi, sifatnya normatif. Dan dalam kerangka akademik merupakan lahan filsafat pendidikan Islam; (b) Pendidikan (Agama) Islam, yaitu upaya mengajarkan dan mendidikkan agama Islam agar menjadi way of life, baik malalui lembaga informal, nonformal dan formal. Sifatnya proses oprasional. Dalam kerangka akademik menjadi lahan Ilmu Pendidikan Islam teoritis; dan (c) Pendidikan (dalam) Islam, yakni proses dan praktek penyelenggaraan pendidikan Islam yang berlangsung berkembang dalam perjalanan sejarah umat Islam. Sifatnya sosio-historis. Dalam kerangka akademik menjadi lahan Sejarah Pendidikan Agama Islam. 

    Beberapa penjelasan di atas menunjukkan bahwa ketiga istilah tersebut meskipun mirip, dalam tataran implementasi memiliki perbedaan. Istilah Pendidikan Islam sifatnya umum, menunjuk pada semua hal terkait dengan pendidikan dalam kontek Islam, baik berupa kekurangnya dalam bentuk mata pelajaran/kuliah agama Islam pada jalur, jenis dan jenjang pendidikan pendidikan dalam kontek Islam, baik berupa pemikiran, institusi, maupun tertentu. Sedangkan Pendidikan Keagamaan Islam lebih mengarah pada bentuk satuan pendidikan atau program pendidikan, yang dapat berupa pendidikan diniyah dan pendidikan pesantren.
     

    Fungsi Pendidikan Agama Islam


    Salah satu fungsi pendidikan secara umum yaitu proses memanusiakan manusia dalam rangka mewujudkan budayanya. Manusia di ciptakan dalam keadaan fitrah (Al-Qur’an). Fitrah dalam Al-Qur’an pada dasarnya memiliki arti potensi yaitu kesiapan manusia untuk menerima kondisi yang ada di sekelilingnya dan mampu menghadapi tantangan serta mempertahankan dirinya untuk survive dengan tetap berpedoman kepada Al-Qur’an dan sunnah. 

    Namun dalam dunia pendidikan, Kurikulum pendidikan agama Islam dalam sekolah berfungsi sebagai :
    • Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaaan peserta didik kepada Allah SWT yang telah di tanamkan dalam lingkungan keluarga.
    • Penanaman nilai sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
    • Penyesuaian mental, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam.
    • Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.
    • Pencegahan yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya munuju manusia Indonesia seutuhnya.
    • Pengajaran tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum (alam nyata dan nir-nyata), sistem dan fungsionalnya.
    • Penyaluran yaitu untuk menyalurkana anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat di manfa’atkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain.   

    Tujuan Pendidikan Agama Islam 


    Tujuan pendidikan merupakan hal yang dominan dalam pendidikan, rasanya penulis, perlu mengutip ungkapan Berieter, bahwa pendidikan adalah persoalan tujuan dan fokus. Mendidik anak berarti bertindak dengan tujuan agar mempengaruhi perkembangan anak sebagai seseorang secara utuh.

    Dari keterangan di atas tadi, secara umum fungsi pendidikan agama Islam bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan malalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pangamalan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketaqwaannya, berbangsa, dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
    Manajemen Sebagai Ilmu Pengetahuan, Seni, Profesi, Dan As A Moral Of Science 0

    Manajemen Sebagai Ilmu Pengetahuan, Seni, Profesi, Dan As A Moral Of Science

    Seperti yang kita ketahui, manajemen sering diartikan sebagai proses merencana, mengorganisasi, memimpin, dan mengendalikan upaya organisasi dengan aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Manajemen juga diartikan sebagai suatu kolektivitas manusia.

    Manajemen sebagai kolektivitas manusia yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-roang yang bekerja sama untuk mencapi suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang ilmiah yang disebut dengan Manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut manajer.

    Dari Definsi di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa manajemen adalah koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

    Selain itu manajemen juga memiliki fungsi yaitu, manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan dan seni, manajemen sebagai suatu profesi, dan bahkan lebih jauh, manajemen as a moral science.

    Manajemen Sebagai Ilmu Pengetahuan

    Pada mulanya manajemen belum dapat dikatakan sebagai ilmu, karena ilmu harus terdiri dari konsep-konsep yang secara sistematis dapat menjelaskan dan meramalkan apa yang akan menjadi dan membuktikan ramalan itu berdasarkan penelitian. Setelah di pelajari selama beberapa zaman, manajemen telah memenuhi persyaratan sebagai sebagai bidang pengetahuan karena memiliki serangkaian teori, meskipun teori-teori itu masih terlalu umum dan subjektif.

    Selain itu, Manajemen di anggap sebagai suatu ilmu pengetahuan karena telah di pelajari sejak lama, dan telah di organisasikan menjadi suatu teori. Hal ini dikarenakan di dalamnya menjelaskan tentang gejala-gejala manajemen, gejala-gejala ini selanjutnya di teliti dengan dengan menggunakan metode ilmiah yang di rumuskan dalam bentuk prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam bentuk satu teori. Luter Gulick memandang manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja.

    Akhir-akhir ini manajemen sebagai ilmu begitu populer sehingga banyak kejadian yang di fokuskan pada manajemen baik berupa pelatihan, seminar kuliah maupun pembukaan program studi. Program studi manajemen meliputi manajemen ekonomi, manajer sumber daya Manusia, manajemen pendidikan dan sebagainya. Dalam perkembangan selanjutnya, manajemen telah di implementasikan dalam berbagai persoalan yang bersifat batiniah, seperti manajemen Kalbu.

    Awal mulanya, tema manajemen hanya populer dalam dunia perusahaan dan bisnis, kemudian tema ini di gunakan dalam profesi lainnya, termasuk oleh pendidikan dengan dengan berupa modifikasi dan spesifik tertentu lantaran terdapat perbedaan objek.

    Ternyata, baik dalam dunia bisnis, Negara maupun pendidikan manajemen memiliki peran penting untuk kemajuan organisasi. Menurut Nanang Fattah, teori manajemen mempunyai peran atau membantu manjelaskan perilaku organisasi yang berkaitan dengan motivasi, produktivitas dan kepuasan (satisfaction). Dengan demikian, manajemen merupakan faktor dominan dalam kemajuan organisasi. Oleh karenanya, manajemen mendapat perhatian yang semakin serius baik dikalangan pakar maupun praktisi.

    Manajemen Sebagai Seni

    Menurut Mary Parker Follet (stoner, 1986) manajemen sebagai seni untuk melakasanakan pekerjaan malalui orang-orang (The art of getting things done through people). Manajemen sebagai suatu seni, di sini memandang bahwa di dalam mencapai suatu tujuan di perlukan kerja sama dengan orang lain, nah bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar bekerja sama. Pada hakikatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing (mengatur) dan untuk mengatur disini diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama.

    Jadi, manajemen di pandang sebagai seni oleh Follet karena manajemen mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain menjalankan dalam tugas.

    Manajemen Sebagai Profesi

    Di zaman modern ini semua jenis kegiatan selalu harus dimanajemeni, dalam arti aturan yang jelas. Pada saat ini boleh di katakan bahwa bidang manajemen sudah merupakan suatu profesi bagi ahlinya. Mengapa demikian, karena dalam kegiatan apapun pekerjaan harus dikerjakan secara efisien dan efektif, sehingga di peroleh masukan atau input yang besar.

    Edgar H schein dalam bukunya yang berjudul "organization socialization and the profession of management" menguraikan karakteristik atau kiteria sesuatu bisa dijadikan suatu profesi yaitu :
    • Para professional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum yang berlaku dalam situasi dan lingkungan. Hal ini banyak ditunjang dengan banyaknya pendidikan-pendidikan yang tujuannya mendidik siswanya menjadi seorang professional. Misalnya akademi pendidikan profesi manajemen, kursus-kursus dan program-program latihan dan lain sebagainya.
    • Para Professional memperoleh status dengan cara mencapai suatu standar prestasi kerja tertentu, ini tidak didasarkan pada keturunan, favoritas, suku bangsa, agama, dan kriteria-kriteria lainnya.
    • Para professional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat.
      Jadi profesi adalah suatu pekerjaan yang menuntut persyaratan tertentu. Demikian halnya dengan manajemen sebagai profesi dituntut persyaratan tertentu seperti yang telah disebutkan di atas.

      Manajemen as a Moral Science

      Manajemen memiliki tiga unsur pokok yaitu pandangan, pengetahuan teknis, dan komunikasi. Ketiga unsur tersebut merupakan hal yang signifikan dalam manajemen. Semakin banyak belajar tentang manajemen dalam banyak hal dapat memperoleh informasi tentang seperangkat tindakan. Demikian pula dalam hubungan antar manusia, struktur sosial, dan organisasi menuntut seorang manajer memahami ilmu perilaku (etika atau moral) yang mandasari manajemen.

      Jadi, selain manajemen mempunyai fungsi sebagai ilmu pengetahuan, seni, profesi, manajemen juga memiliki fungsi sebagai ilmu pengetahuan moral. (as a moral science).